Wahai Para Pemuda, Bersemangatlah

  Life Begin Ar Forty : Wahai Para Pemuda, Bersemangatlah






Bandung, 2 Desember 2025

Life begin at Forty adalah hadist Rasulullah yang kemudian diaku-aku oleh beberapa orang Eropa sebagai karya mereka. Padahal Rasulullah telah mengatakan ini hampir 2000 tahun yang lalu.

Nabi dan Rasul diangkat oleh Allah untuk menjalankan misi tugas kenabian dan kerasulan nya pada usia 40 tahun. Hanya Nabi Isa a.s. saja yang menjalankan tugas nya sejak lahir sebagai bayi. Bahkan sejak masih bayi merah Nabi Isa,a.s. sudah berbicara dan menyatakan bahwa dirinya adalah utusan Allah.

Baca Lebih Lengkap Tulisan Ini Di Situs Berita Baca Berita Kota Batu

Link : www.baca-berita.kota-batu.biz.id  ke link baru    www.baca-berita-kota-batu.domainnews.biz.id/2025/12/life-begin-ar-forty-wahai-para-para.html?m=1


Akan tetapi biarlah dianggap sebagai karya psikologi orang Eropa, akan tetapi kita semua tahu bahwa itu adalah kata-kata Rasulullah Saw.

Sebuah buku character building, pengembangan diri, yang diterbitkan pada tahun 1932, tulisan Walter B. Pitkin mengangkat Hadits Rasulullah ini menjadi judul bukunya yang berjudul Life Begins at Forty. Walter B. Pitkin tidak menyebutkan bahwa kata-kahhjjta itu adalah hadits Rasulullah. 

Alih alih mengakui sebagai kata-kata Rasulullah, bahkan kemudian orang Eropa mengaitkan kata-kata ini sebagai kata-kata yang disampaikan oleh Carl Jung, yang mengatakan bahwa 40 tahun pertama hidup adalah "penelitian dan pengembangan" dan hidup benar-benar dimulai setelahnya. 

Walter B. Pitkin: Ia adalah penulis buku tahun 1932 dengan judul persis seperti ungkapan tersebut, yang dipengaruhi oleh peningkatan angka harapan hidup saat itu.




Carl Jung: Psikolog analitis ini diyakini yang mempopulerkan ide ini dengan menganggap usia 40 tahun sebagai awal dari tahap kematangan hidup yang sesungguhnya.

Padahal usia 40 tahun yang dimaksud oleh Rasulullah, adalah usia pada saat manusia menemukan kesejatian hidup nya. Bertemu dengan tugas sejati sebagai manusia, bertemu atman, lengkap unsur estetis etis logisnya sebagai manusia, bukan hanya sekedar terkait dengan angka harapan hidup atau pun kematangan fisik dan psikologis yang tidak bisa diukur dengan jelas. 

Akan tetapi ada sebuah aspek penting yang jauh lebih jelas dari sekedar memakai ukuran dan parameter fisik dan psikologis.

Usia 40 tahun adalah usia puncak dari seorang manusia yang telah memiliki akhlakul Karimah yang paripurna sempurna. Dan bersiap menyebarkan Hasanah ke seluruh alam semesta, ke seluruh umat manusia. Bukan hanya sekedar manusia fisik dan psikologis yang bahkan tidak berakhlak, pandai menipu, culas dan dipenuhi kejahatan.



Bukan manusia yang hidup atau yang punya life manusia yang tidak punya Hasanah itu, meskipun terlihat hidup sebenarnya dia tak pernah memiliki life. Maka meskipun usia telah mencapai 40 tahun, kata-kata life begin at Forty itu tidak pernah punya makna untuk nya, atau memang tidak ditujukan buat diri nya.

Menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009, tentang Kepemudaan, pemuda didefinisikan sebagai warga negara Indonesia yang berusia antara 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun. Secara internasional, berbagai organisasi global juga membuat berbagai definisi berbeda. Organisasi Kesehatan Dunia, PBB, WHO mendefinisikan "young people" adalah mereka yang berusia antara 10-24 tahun, sementara definisi lain ada yang menggunakan rentang usia 15-24 tahun. 

Jadi wahai para pemuda yang belum berusia 40 tahun, inilah waktunya buat kalian semua nya untuk berjuang keras sampai mencapai usia matang 40 tahun. Berjuang menyempurnakan akhlakul kharimah, membasmi kejahatan dan akhlak buruk, dan berjuang mendapatkan Hasanah. 

Sebagaimana doa yang selalu diucapkan robbana atina fi dunia hasanah, wa fil akhiroti Hasanah, wakina adza ba nnarr

Wahai para pemuda inilah waktu kalian untuk berlomba menuju life begin at Forty.

Ayo bersemangat, jangan kenal lelah 


MIG









Comments

Popular posts from this blog

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun : Imam Khamenei Gugur Dalam Serangan Amerika Serikat

Menteri Pertanian Sudah Siapkan 120.000 Ton Beras, Di Lapangan, Lebih Dari Cukup Untuk Mengatasi Rawan Pangan Di Daerah Bencana, Tak Perlu Bantuan Asing